Sabtu, 12 November 2016

laporan uji triangle pisang goroho



LAPORAN
PRAKTIKUM UJI ORGANOLEPTIK
“UJI SEGITIGA KEREPEK PISANG GOROHO”

















 













                                                                                                                 





Oleh:
ERVINA NTAU
15031105035

TEKNOLOGI PERTANIAN
ILMU dan TEKNOLOGI PANGAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SAM RATULANGI
T.A 2016-2017





BAB I
PENDAHULUAN
1.1  LATAR BELAKANG
            Dewasa ini setiap kali hasil produk pangan dipasarkan tidak menutup kemungkinan didalamnya pasti ada uji organoleptiknya. Maka dari itu uji organoleptik sangat penting dalam dunia pangan,untuk mengetahui sifat sensorik produk hasil olahan,terutama untuk mengetahui perbedaan antara dua sampel yang disajikan. Uji pembedaan atau uji triangle merupakan uji organoleptik yang populer didunia pangan. Biasanya dalam uji ini pasti ada sampel yang diperdebatkan.
            Pengujian pembedaan digunakan untuk menetapkan apakah ada perbedaan sifat sensorik atau organoleptik antara dua sampel. Meskipun dapat saja disajikan sejumlah sampel, tetapi selalu ada dua sampel yang dipertentangkan.  Uji ini juga dipergunakan untuk menilai pengaruh beberapa macam perlakuan modifikasi proses atau bahan dalam pengolahan pangan suatu industri, atau untuk mengetahui adanya perbedaan atau persamaan antara dua produk dari komoditi yang sama. Jadi agar efektif sifat atau kriteria yang diujikan harus jelas dan dipahami panelis. Keandalan (reliabilitas) dari uji pembedaan ini tergantung dari pengenalan sifat mutu yang diinginkan, tingkat latihan panelis dan kepekaan masing-masing panelis (Rahadrjo, 1998).

1.2 TUJUAN
1. Mahasiswa dapat mengetahui pengujian organoleptik lebih khususnya metode uji triangle atau uji segitiga.
2. Mahasiswa dapat melakukan pengujian organoleptik menggunakan metode uji triangle atau uji segitiga.

















BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1  Tinjauan Bahan
2.1.1        Pisang Goroho
            Pisang goroho dikenal dengan nama latin Musa paradisiaca adalah jenis pisang,sangat populer dikalangan masyarakat Sulawesi. Selain kelezatannya manfaatnya untuk kesehatan juga cukup banyak.
2.1.2        Air
            Air merupakan suatu senyawa kimia H2O yang sangat istimewa,yang dalam kandungannya terdiri dari senyawa Hidrogen dan senyawa oksigen. Kedua senyawa yang membentuk air ini merupakan komponen pokok dan mendasar dalam memenuhi kebutuhan seluruh makhluk hidup dibumi selain matahari yang merupakan sumber energy.
2.2  Indra Yang Terlibat
            Penilaian organoleptik adalah cara penialian karakter mutu suatu bahan makanan dan minuman menggunakan panca indera. Indera yang digunakan untuk menilai bergantung pada karakter yang mau dinilai. Pada uji threshold biasanya yang digunakan adalah indera pencicip di rongga mulut dan pencium di rongga hidung.Dalam pengenalan suatu sifat dengan panca indera, mutlak memerlukan stimuli (rangsangan) yang timbul dari bahan yang diuji sehingga dapat diterima oleh reseptor (syaraf penerima rangsangan) yang ada pada masing-masing indera. Selanjutnya stimuli yang diterima reseptor akan diteruskan ke sistem syaraf pusat untuk diolah sehingga akan timbul 'kesan' terhadap bahan tersebut(Rahadrjo, 1998).
            Indera pencicip berfungsi untuk mrnilai cicip (taste) dari suatu makanan.Di permukaan rongga mulut terdapat lapisan yang selalu bahsah yang terdapat sel-sel peka.Sel-sel peka ini mengumpul membentuk susunan yang disebut putting pencicip.Masing-masing putting pencicip biasanya hanya peka terhadao rasa tertentu, tetapi kadang-kadang juga responsif terhadap beberapa rangsangan cicip. Putting pencicip manusia hanya dapat membedakan empat cicip dasar yaitu manis, pahit, asam, dan asin. Diluar keempat cicip dasar itu puting pencicip tidak terangsang atau responsive.Tetapi beberapa peneliti menganggap rasa metalik dan rasa gurih juga hasil penginderaan putting pencicip (Rahardjo, 1998). Putting pencicip peka terhadap zat kimia yang menghasilkan rangsangan. Kepekaan berturut-turut adalah pahit, asam, asin dan manis. Kepekaan indera dipengaruhi banyak factor, misalnya pencicipan paling peka pada pagi hari (pukul 9 – 10)(Rahadrjo, 1998).
            Hubungan yang terpenting dengan pengecap adalah kecenderungan indera rasa pengecap untuk melayani sensasi utama  tertentu yang terletak di daerah khusus. Rasa manis dan asin terutama  terletak pada ujung lidah, rasa asam pada dua pertiga bagian samping lidah, dan rasa pahit pada bagian posterior lidah dan palatum molle(Rahadrjo, 1998).
2.3  Metode
2.3.1 Uji Triangle
            Prinsip pengujian dengan metode triangle adalah memberikan 3 sampel dimana 2 dari 3 sampel tersebut memiliki intensitas parameter uji yang sama sehingga diharapkan ketika dilakukan pengujian, panelis dapat membedakan sampel mana yang paling berbeda dari ketiga sampel yang disajikan, uji ini untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan antara sampel makanan yang disajikan berdasarkan parameter yang diujikan (Soekarto, 1985).































BAB III
METODEOLOGI PRAKTIKUM
3.1 Tempat,Hari dan Tanggal
            Praktikum organoleptik ini bertempat di Laboratorium Fakultas Pertanian Jurusan Teknologi Pertanian UNSRAT pada hari Kamis,03 November 2016 .
3.2  Alat
  Gelas plastik
  Kuisioner
  Pulpen
  Wadah/Piring kecil
3.3  Bahan
  Kerepek pisang goroho
  Air
3.4  Panelis
            Pada praktikum ini melibatkan mahasiswa semester 3 dan 5 sebagai panelis yang merupakan panelis belum terlatih dan belum ahli dalam bidang organoleptik sebanyak 21 orang.
3.5  Prosedur kerja
  Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan.
  Menyiapkan sampel dan diberi kode tiga digit berbeda.
  Menentukan penempatan sampel untuk uji Triangle
  Menyusun sampel sesuai urutan yang telah ditentukan.
  Menyiapkan lembar kuisioner.
  Memberi instruksi kepada panelis.
  Setelah selesai pengujian oleh panelis, lembar penilaian dikumpulkan.
  Melakukan analisis data untuk pengujian Triangle.
3.6  Contoh Penyajian Sampel
            Tiga sampel kerepek pisang goroho disajikan secara acak. Satu dari ketiga sampel tersebut berbeda dengan dua contoh lainnya. Kode diberikan secara acak pada ketiga sampel tersebut.










Contoh Penyajian Sampel

 


Hasil gambar untuk pisang goroho


Hasil gambar untuk pisang goroho



Hasil gambar untuk pisang goroho


 







            
          214                                              304                                            965

3.7  Lembar Kuisioner

Tanggal           :
Nama panelis   :
Produk            :
Uji Sensoris     : Rasa Asin (konsentrasi garam)
Instruksi          :
1.      Dihadapan anda telah tersedia 3 sampel keripik pisang goroho.
2.      Anda diminta untuk mengidentifikasi sampel yang berbeda diantara ketiga sampel tersebut dengan cara mencicipi rasa dari sampel yang disajikan. Anda boleh mencicipinya sebanyak 3 kali untuk setiap sampel. Sebelum dan sesudah mencicipi sampel stik keripik pisang goroho,anda diminta untuk berkumur dengan air mineral yang sudah disediakan sebagai penetralisir.
3.      Berikan tanda (√) untuk sampel yang berbeda pada kolom penilainan yang disediakan dibawah ini.
4.      Anda diminta untuk memberikan komentar anda untuk setiap sampel yang anda cicipi pada kolom komentar yang disediakan.


   
KODE SAMPEL                    214                       307                   965
PENILAIAN                          …..                        …..                   …..
KOMENTAR









BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1  Pembahasan
            Pada uji triangle ini digunakan 3 sampel kerepek pisang goroho dimana antara 3 sampel tersebut ada sampel yang sama perlakuan garam atau tingkat keasinannya. Pelaksanaan uji triangle ini bertempat di Laboratorium Fakultas Pertanian Unsrat pada minggu lalu tepatnya pada hari kamis tanggal 3 November 2016.
            Dalam uji triangle ini memiliki tahapan kerja. Yang pertama,penyaji mempersiapkan alat dan bahan,setelah itu panelis memasuki ruang pengujian organoleptik. Penyaji memberikan instruksi kepada panelis dan membagikan lembar kuisioner kepada panelis.
            Setelah semua panelis memberikan penilaian terhadap sampel yang diuji,lembar kuisioner diserahkan atau dikumpulkan kepada penyaji dan data tersebut dianalisis.
            Pada praktek uji triangle yang menggunakan 3 sampel kerepek pisang goroho yang perlakuan garamnya sama adalah sampel yang berkode 307 dan 965.
Pada praktek ini yang dinilai adalah tingkat keasinan atau konsentrasi garam pada perlakuan produk.























4.2  Hasil


Table: Hasil Uji Triangle
 
 


NO
NAMA PANELIS
KODE SAMPEL
214
307
965
1
GEBIYAR SUMARAUW


2
RESI YUNI


3
EZRA EMELINE


4
DEISY RUMENSER


5
WULAN LEMPOY


6
DHONY PAENDONG


7
IVANA REFUALU


8
NUR NATALIA


9
ANDREA METAMI


10
BELA TUMBELAKA


11
FRISYE GUMANSALANGI


12
ASRUL IRWINSYAH


13
JEYSEL SUWU


14
MEIHESKI RATNA


15
YESSIKA SIANIPAR


16
HENDRA RAHIM


17
ELSHA STEFANIA


18
TIA NGANTUNG


19
NIZAR RIA


20
NILUH PUTU


21
MERLIN SIMATUPANG


∑∑
10
5
6
Rata-rata
0.48
0.24
0.28

            Berdasarkan table diatas dapat dilihat bahwa dari 21 panelis,10 panelis memberikan penilaian dengan benar,sedangkan 11 orang panelis lainya responnya keliru. Menurut perhitungan statistic,untuk mendapatkan jumlah terkecil untuk beda nyata maka diperlukan 12 panelis yang menjawab benar pada tingkat beda nyata 5%,13 panelis pada tingkat beda nyata 1%,dan 15 panelis untuk tingkat beda nyata 0.1% dari jumlah panelis 21 orang.
Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pada uji triangle tingkat keasinan produk kerepek pisang goroho yang tidak berbeda nyata,karena panelis yang menjawab tepat hanya berjumlah 10 orang saja.









BAB V
PENUTUP
5.1 KESIMPULAN
            Dari praktikum uji segitiga ini dapat disimpulkan bahwa panelis yang membedakan dengan tepat hanya 10 orang saja maka dari itu analisis statistika menunjukan bahwa tingkat keasinan produk kerepek pisang goroho tidak berbeda nyata. Karena untuk hasil yang beda nyata maka diperlukan minimal 12 panelis yang menjawab tepat untuk tingkat beda nyata 5%, 13 panelis untuk tingkat beda nyata 1%,15 panelis untuk tingkat beda nyata 0,01%.
5.2 SARAN
            Agar praktikum ini dapat berjalan dengan baik dan lancar perlu persiapan yang lebih matang agar kedepannya praktikum bisa di laksanakan dengan sempurna dan tanpa ada hambatan  yang berarti.

Tidak ada komentar: